Kesabaran itu, bukan saat
Kau ingin, langsung kau dapatkan
Atau juga, saat kau harap
Tapi sabar itu kau menunggu
Dengan setia dan buncahan harap
Serta dada yang penuh ikhlas
Akan janji-Nya
Bahwa segalanya akan sesuai
Dengan apa yang tertakdir oleh Nya
********************
Seperti kesabaran bumi yang rindu hujan
Seperti kerinduan bulan
Akan pekatnya malam
Juga seperti rindunya lebah
Menunggu kuncup mekar menjadi bunga
*********************
Semua akan terbayar lunas
Pada waktunya,
Tanpa pernah meleset sedetik pun
Sampai kesabaran itu berteman baik denganmu
Menjadikanmu sosok
Yang seperti karang kokoh
Gagah menantang badai
*****************
Apa kau pikir Tuhan itu tidur?
Membiarkan dirimu dalam masalahmu…
Apa kau kira Tuhan mengabaikanmu?
Karena sibuk mengurus makhluk lainnya?
********************
Ayolah teman…
Janganlah begitu
Pun Allah tidak menciptakanmu
Untuk sebuah permainan
********************
Tegakkan pundakmu, angkat kepalamu,
Jangan terlalu apatis bahwa engkau sendirian
Campakkan lemahmu seperti baju usang
Karena ia memang tak layak lagi kau pakai
**********************
Kau, dia, dan mereka,
Juga kita semua
Hanya alat dari pelaksanaan takdir-Nya
Mainkan saja peran kita
Dengan sebaik-baiknya
********************
Tidakkah kau dengar kata-Nya
“sesungguhnya Aku dekat…
Mintalah pada Ku, niscaya Aku kabulkan”
************************
Kita hanya perlu bersabar bukan?
Hingga ketetapan itu tiba
Karena Ia sebaik-baik tempat
Kita bergantung segalanya.
Segalanya… hanya pada Nya
***
Pontianak, 10/3-2011
(teruntuk seorang saudara yang sedang gundah)
