Dulu aku pernah berdoa
Agar Allah memberiku seorang sahabat
Yang akan menemaniku di dunia
Juga tempatku bercengkrama di surga
*********************************
Doa yang terlalu sempurna untukku
Karena aku bukan orang yang cukup baik bagi manusia
Terlebih tak layak untuk ke surga-Nya
******************************
Ada recik-recik nafsu yang sering bergelora
Juga jiwa yang sering bermanja
Serta reruntuhan masalalu yang penuh nista
Yang sering setia manjadi penjaga
*******************************
Untunglah kita tak tau takdir kita
Sampai ketetapan itu tiba
Berlari dari satu takdir Allah
Kepada takdir Allah yang lain
Sampai kita tau apa yang Dia mau
*********************************
Sahabat…
Sebuah kata yang boleh kau beri pada siapa saja
Tapi jikalau boleh kuminta,
Berikan kata itu untukku
Atas setiap perhatian, waktu,
Doa tulusmu,
Juga potongan cintamu
Yang kau beri tanpa meminta kembali
Temaniku di dunia
Juga semoga bisa berkumpul di surga
Agar bisa kita berceritera tentang cita, asa, dan cita
Dengan sempurna, dalam ridha-Nya
Pontianak, 4 Maret 11 (lintas sui jawi, ba`da subuh yang haru)
