Dengkuranmu saat tertidur
Terdengar seperti alunan lagu merdu di telingaku
Wajah lelahmu yang tersapu keriput,
Bahkan begitu menarik di mataku
************************
Ada suatu masa…
Dimana aku begitu kagum padamu
Saat kau bercerita
Tentang do`a tulus untuk anak-anakmu
Di sela-sela kelelahanmu bertarung dengan pekerjaanmu
Untuk menghidupi mereka
**************************
Kadangkala aku terpana…
Adakah dalam rotasi hidupmu,
Sesuatu selain anak-anakmu?
*****************************
Susah payah membelikan pakaian untuk mereka
Tapi justru lupa menambal pakaianmu yang sudah usang
Yang dengan gembira menyiapkan makanan untuk mereka
Dan kau hanya memakan makanan yang masih tersisa dari mereka
***************************
Aku terpesona…
Bahkan kehilangan kata-kata,
Untuk ungkapkan betapa aku bahagia
Terlahir dari rahim seorang wanita perkasa
Yang pantang menyerah kalah
Apalagi menerima belasan iba
*****************************
Aku bahagia…
Ketika kutatap telaga bening itu,
Ada aku disana sedang bermuara
Dan menikmati indahnya pelangi cintamu
*****************************
Dari atas telaga nan jernih ini,
Kau ajarkan banyak hal kepadaku
Tentang ketulusan pengorbanan,
Tentang harapan yang selalu terbentang,
Juga cinta yang tak mengharap balasan
*****************************
Aku tahu…
Kalaupun aku berdo`a untukmu,
Do`a ku tak akan sepanjang dan setulus do`a mu untukku
Aku paham…
Jikalah aku memberimu sesuatu,
Pemberianku tak akan berarti apa-apa untuk membalas pemberianmu
Ibu…
Tetaplah menjadi telaga beningku
Walaupun aku tak bisa berharap
Akan selalu bisa menatapnya
Semoga Allah selalu menyayangi & memberkahimu

puisi yang indah untuk seorang ibu……
pak nanang..terima kasih sudah berkunjung.. saya suka puisi bapak. nyastra banget. keren!!!