
Saat malam enggan sudah
Menyelimuti bumi raya
Saat itulah tugas berat ku dimulai
***************************
Perlahan tapi pasti, aku bergerak merangkak
Dengan tubuhku yang semakin panas
Aku berteriak kepada semua makhluk
Kukirimkan sinyal panas itu :
“Berlalu sudah satu kesempatanmu
Kapan kah kau akan berubah?
Bilakah kau tepati janjimu pada Rabb-Mu?
Haruskah izroil yang datang hingga kau tersadar?”
********************************
Kuberikan cahaya ku kepada semuanya
Tanpa memilih orang yang kusuka atau kubenci
Andai saja aku diizinkan oleh Tuhanku
Akan kuberikan bagian tubuh terpanasku
Pada manusia yang ingkar kepada Tuhanku
********************************
Tapi dengan kesabaran-Nya, Dia berkata..
“Belum tiba waktunya hambaKu, tunggulah…”
Ahh….aku sudah semakin tua
Tidakkah kau lihat tanda kerutan itu?
Bisakah kau lihat tanda merah itu?
*****************************
Tua ….
Lelah…
Marah….
Saat petang menjelang
Saat aku menyelesaikan tugasku
Dan menghadap Tuhanku,
Aku berkata:
“Rabb, aku lelah hari ini
Dapatkah besok aku beristirahat
Dan digantikan oleh ciptaanMu yang lain saja ?”
Tuhanku berkata :
“bersabarlah hamba-Ku,
Setiap makhluk punya tugasnya masing-masing
Dan tugasmu adalah menyinari bumi yang gulita.
Saat bumi menangis sekalipun,
Kehadiranmu akan membawa pelangi disana
Belum tiba waktunya, tunggulah…”
keren
thanks ya rizal…orang sastra yang suka puisi hmm?
super qwerreeeent..!!!!!!! tulisan-tulisannya menginspirasi banget!bakal sering kemari nih! he..boleh ya.. ^_^v
boleh banget lisa, jadi malu, baru tulisan pemula kok… thank`s ya
wets……..puisi y nyentuh banget sich???
Jadi ikutan terinspirasi nih….
Makasih ya…truz buat puisi y9 bagus2 lagi…