Feeds:
Tulisan
Komentar

Mengalirlah….

waterfall2

Semilir angin dingin mengabarkan

Suara gemuruh indah itu terdengar juga

Menenangkan…

Menggetarkan…

Membahagiakan…

Rasa tenang itu…

Bukan hanya karena keindahannya

Getar indah itu…

Bukan hanya karena suara gemuruhnya

Tapi rasa bahagia itu karena rangkaian peristiwanya

Saat kau begitu menikmati perjalanan ini,

Kala kau menabung perasaan cinta padanya

disetiap jejak langkah…

Kala kau tau apa yang kau tuju

Disaat kau lelah sekalipun,

Kau akan tetap tegar dan tersenyum

serta abaikan keinginan untuk diam dan membusuk

Mengalirlah….

Itulah yang diajarkannya padaku

Mengalirlah…

Dengan kekuatan penuh yang kau punya

Karena semakin kuat kau bergerak

Akan semakin terlihat indah

Mengalirlah…

Jangan kau takut dengan karang itu

Yang seolah mengancam dengan tubuh kekarnya

Tetap saja mengalir…

Walaupun kau terhempas disana,

Rasa sakit itu akan segera pudar

Dan tergantikan dengan rasa puas

Teruslah mengalir….

Agar kau bisa sampaikan pesan itu;

Tentang sebuah usaha tanpa kenal lelah

Tentang sebuah cita untuk sampai ke tujuan mulia

Tentang sebuah keinginan memberi tetes mutiara pada sesama

Tentang semangat yang pantang menyerah

Tentang ketakutan yang kau hempas dengan hina.

Wahai angin…

Kabarkan pada manusia

Bahwa aku akan tetap setia

Menjalankan perintah Tuan ku.

Mengaliri mereka dengan air kehidupan

Walau mereka akhirnya berpaling dari Tuanku

Wahai gemuruh air…

Sampaikan padanya

Bahwa aku akan tetap tegar dan menggetarkan

Dangan semua kekuatan yang ku punya

Walau mereka memutuskan untuk menyerah saja

Wahai manusia….

Kuharap kau belajar dariku

Yang sejatinya lemah

Yang hanya setetes air

Tapi menjadi kuat karena berhimpun

Dan konsisten untuk tetap bergerak

Hingga karang2 perkasa itupun menyerah…

Terhempas dan kalah…

Hingga saat perjumpaan itu tiba,

Aku punya jawaban untuk Tuanku.

“Aku telah laksanakan tugasku Rabb…”

backpackerTeman….

Hari ini aku ingin bercerita

Tentang sebuah cinta

Dari seorang pengembara

Pendamba cinta

Yang lelah dan akhinya menyerah kalah

Pada sebuah asa yang tak kunjung tiba

Berawal dari cita-cita

Dan mimpi indah

Untuk menggenggam dunia

Yang penuh fatamorgana

Selaksa harap dia rangkai

Menjadi kuntum bunga nan indah

Dalam khayalan belaka

Sekantong benih cinta

Dia tabur kepada siapa saja

Yang indah dalam tatapannya

Lalu apa?

Tak ada……

Hanya lelah yang dia dapat

Ditambah sebongkah ratapan nestapa,

Dan hati yang kian nelangsa

Lalu diputuskannya, untuk menyerah saja

Karena tak bisa berharap pada manusia

Yang penuh kemunafikan dan pamrih semata

Teman…

Maukah kau dengar keluhannya?

“semua yang ku punya telah kuberi

Bahkan tak tersisa untuk diri

Segala yang mereka minta kuturuti

Hingga hilang harga diri

Tapi ketika ku minta hati yang suci

Semuanya berlari seolah segalanya tak berarti”

Detik terakhir saat dia memutuskan

Untuk mengakhiri saja

Pengembaraan panjangnya

Dan menghempaskan tubuhnya di tanah yang gersang

Sambil memandang mega pualam yang terbentang

Saat itulah dia sadar

Selama ini yang dikejarnya…

Bukanlah cinta sejati nya!!!

Hiks…

sad son

Kupikir

pualam bening itu akan jatuh

sepekan lagi..

masih ada waktu!

Pagi ini kabar mengejutkan kudengar

ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh…

2x tersentak

yang pertama karena memang sudah waktunya

yang kedua penyebab nya

Dimana aku ?

tak berguna!!!!

maaf… seribu maaf

Aku siapa ?

cold and alone

Ini bukan tentang amnesia

Atau menjadi diri siapa

Tapi hanya masalah jiwa

Yang kadang kurang berkaca

Saat kumulai merajut mimpi

Yang lain tlah menikmati rajutannya

Kala ku baru mengagumi bintang,

Yang lain telah menjadi bintang

Ketika ku akan segera berangkat

Yang lain telah sampai ke tujuan

Dari balik kaca putih bersih

Kulihat semuanya dengan jernih

Seolah aku menjadi bagian ini

Hanya seolah…,

Tapi bukan diri

Hanya bersama…,

Tapi tak memberi arti

Aku siapa?

Hingga harus jumawa diri

Aku siapa ?

Sampai harus berpuas diri

Kala ada harus memberi warna

Kala susah dapat menjadi pelipur lara

Kala bersama bisa menabur makna

Hingga saat ada yang bertanya..

Kau siapa?

Aku tahu ke mana harus melangkah

puzzle heart

Dulu…dulu sekali

Kita pernah sangat dekat

Hingga tak ada rahasia

Yang benar-benar rahasia

Diantara kita

Saat malam pun telah menggoda kita

Untuk terbuai mimpi indah,

Kita masih bercengkrama

Dengan mesra…

Walau tanpa tatap mata

Ingatkah kau saat hujan itu?

Kau payungi aku dengan tubuhmu

Pun debu jalanan yang terangkat keatas

Karena tetes air hujan,

Menjadi iri dengan perhatianmu

Masihkah kau dengar suara tawa kita?

Saat berceritera tentang sang lentera

Yang senantiasa setia

Menjadi penerang kita

Dulu…dulu sekali

Kita mungkin tak pernah merasa bahagia

Tentang apa yang kita jalani

Tentang apa yang akan segera kita hadapi

Sekarang…

Saat takdir memutuskan

Untuk memisahkan kita

Segalanya mulai terasa indah

Keperihan itu….

Air mata itu…

Pertengkaran itu…

Telah bermetamorfosa

Menjadi Memori yang indah

Untuk selalu dikenang

Ya..Rasa sakit yang mendewasakan

(untuk seseorang yang sangat berarti, yang akan segera pergi)

Tulisan Sebelumnya »